Tasikmalaya Dihebohkan Aksi Lempar Sperma

Aksi cabul seseorang laki- laki di Tasikmalaya buat marak kalangan wanita. Kabar dari Tasikmalaya dihebohkan aksi lempar sperma pun menjadi viral. Gimana tidak, tidak hanya mempertontonkan sikap intim yang menjijikkan dia pula melemparkan cairan diprediksi mani ke arah korban.

Permasalahan tersebut mengenai LR, serta diceritakan oleh suaminya RF baru- baru ini. Dikala tengah menunggu ojek online di Jalan Letjen Mashudi, LR dihampiri seseorang laki- laki dengan motor matic serta jaket gelap.

Di depan korban, laki- laki ini meraba serta memainkan perlengkapan kelaminnya sendiri. Tidak lama, dia pula melontarkan cairan yang diprediksi mani ke badan korban.

Sikap mempertontonkan perlengkapan vital ataupun kegiatan intim ke orang asing ialah salah satu gejala ekshibisionisme, walaupun areaslot perlu pengecekan lebih lanjut buat memastikannya. Para pakar kejiwaan menggolongkan ekshibisionisme bagaikan jenis kelainan intim yang diucap paraphilia.

” Pelakon menemukan kepuasan dengan mempertontonkan perlengkapan kelaminnya di depan orang banyak,” jelas seksolog Profesor dokter Wimpie Pangkahila, SpAnd dari Universitas Udayana, dalam wawancara dengan detikcom sebagian waktu kemudian.

Untuk korban, aksi semacam ini jelas meresahkan. Secara psikologis, sikap ini menimbulkan rasa takut serta tidak nyaman. Terus menjadi korban panik serta ketakutan, umumnya pelakon kian kegirangan. Dari Tasikmalaya dihebohkan aksi lempar sperma itu pun jadi perbincangan publik.

Kemudian gimana metode menghadapinya? Tidak gampang memanglah, tetapi psikolog klinis Felicia Illina Nainggolan menyebut pura- pura tidak hirau dapat menggagalkan hasrat pelakon, sembari pelan- pelan menyingkir ke tampat yang lebih nyaman.

” Pelakon ekshibisionisme puas kala memandang orang lain kaget, khawatir, takut, ataupun jijik. Ekspresi ini hendak membuat pelakon bahagia. Tidak hanya itu, lekas mengalihkan posisi badan biar tidak lagi mengalami pelakon,” jelasnya.

Seseorang pembaca Areaslot, Netty, meyakinkan kalau pelakon ekshibisionisme pula dapat panik kala mengalami respons tidak terduga dari korban. Pada sesuatu peluang, dia bersama sahabatnya mempersiapkan diri berhadapan pelakon ekshibisionisme yang kerap beraksi di sesuatu tempat.

” Hingga di dekat, ayah itu kembali sang ayah membuka jas hujannya. Serta tanpa tedeng aling- aling kami seluruh menghasilkan gunting besar dari dalam tas serta berteriak, Mari mari supaya kami gunting aja burungnya,” cerita Netty.

Pasti saja trik ini tidak senantiasa dapat diterapkan. Dalam suasana semacam ini, tidak terdapat yang ketahui siapa yang lebih nekat. Tampaknya, terdapat yang tidak hanya mempertontonkan perlengkapan vital tetapi pula melemparkan mani, semacam yang terjalin di Tasikmalaya. Mengerikan pula ya!

Tasikmalaya Dihebohkan Aksi Lempar Sperma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *